Memilih Jengkol Yang Baik

Kuliner

Biji jengkol terbaik menghasilkan olahan jengkol yang lezat. Hal ini tak bisa ditampik, lantaran untuk memasak jengkol proses dimulai dari pemilihan biji jengkol kualitas wahid.

“Tentunya kalau pilih jengkol, pilih yang tua jangan masih muda.”

Untuk membedakan jengkol tua dan muda Putri mengatakan lihat dari warnanya. Jengkol muda memiliki warna yang masih kehijauan, sedangkan jengkol tua berubah warna jadi putih kekuningan.

Namun jika jengkol sudah terlalu kuning yang mengarah ke hitam, lebih baik tidak memilih itu. Sebab biasanya jengkol tersebut sudah terlalu lama disimpan dan rasanya lebih pahit.

Jengkol yang gembung lebih empuk dari segi tekstur daripada jengkol yang pipih.

Selanjutnya untuk mengolah jengkol, mulai dari proses mencuci, menggeprek jengkol, dan merebusnya dengan berbagai bumbu selama dua jam.

Setelah jengkol selesai direbus, menggorengnya dengan minyak panas dan cabai rawit merah. Jadilah sajian jengkol pelakor.

“Soalnya jengkol pelakor ini sama pedasnya dengan pelakor (perebut laki orang).” Jengkol pelakor paling mantap disantap dengan nasi putih dan lauk lain atau nasi goreng. Bisa juga digado (dimakan langsung) jika kamu pecinta jengkol. Seporsi jengkol pelakor dijual seharga Rp 10.000.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *